Kisah Burung Merpati Berpangkat Letnan Yang Bikin Belanda Kewalahan


Koranmiliter - kemerdekaan Indonesia tidak di dapat dengan begitu saja. Di usia kemerdekaan Indonesia yang akan memasuki 75 tahun, berbagai kisah menjadi saksi dalam perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan.

Namun siapa sangka,  Di balik kesuksesan Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaannya, ternyata tidak luput dari peran penting yang dimiliki seekor burung merpati.

Bahkan, karena kepintaran dan kecerdikan yang dimilikinya, burung merpati ini sampai diberi pangkat Letnan. 

Hal itu dikarenakan peran yang dimiliki burung merpati berpangkat letnan ini sangat penting bagi tentara Indonesia pada saat itu agar komunikasi antar sesama pejuang tetap berjalan dengan baik meskipun belum didukung oleh teknologi.

Perjuangan Burung Merpati Berpangkat Letnan Yang Bikin Belanda Kewalahan.

Pada saat zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia, burung merpati memang banyak dipelihara dan dilatih untuk dijadikan sebagai pembawa pesan.

Saat itu, burung merpati berpangkat letnan ini memiliki tugas sebagai penghubung antar satuan TRI (Tentara Republik Indonesia).

Dia ditugaskan untuk menyampaikan pesan secara sembunyi-sembunyi biar tidak ketahuan tentara Belanda.

Wilayah penugasan burung Merpati tersebut berada di daerah komando Ronggolawe Lamongan ke satuan TRI yang berada di Surabaya tahun 1946.

Sayangnya, tugas yang diemban burung Merpati pos berpangkat letnan ini tidak berlangsung lama. 

Setelah sekian lama bebas terbang di langit Surabaya untuk menyampaikan misi rahasia, ternyata keberadaan burung berpangkat Letnan pembawa pesan ini sudah terendus pihak tentara Belanda.

Pihak tentara Belanda memang telah mencurigai keberadaan burung merpati pos berpangkat letnan itu yang kerap membuat Belanda kewalahan menghadapi pejuang Indonesia.

Hingga akhirnya Belanda mengerahkan penembak jitunya untuk menembak Letnan Merpati pos. Sang Letnan merpati pembawa pesan itu pun tertembak oleh prajurit Belanda pada bagian sayapnya saat terbang.

Namun, Letnan Merpati pos itu tetap menjalankan tugasnya. Misi rahasia harus tetap disampaikan meski tubuhnya penuh berlumuran dengan darah.

Letnan Merpati Pos itu terus berjuang dan terbang hingga sampai ke tujuan.

Hingga akhirnya, Letnan merpati itu pun tewas di depan komandannya dengan tetap menyampaikan pesan yang dibawanya itu.

Karena jasa dan peran pentingnya, burung Merpati Pos berpangkat letnan ini diberi penghargaan Letnan Anumerta.

Untuk mengenang jasanya, jasad burung Merpati Pos ini pun diawetkan. Perwira pejuang kemerdekaan saat itu langsung menyerahkan burung Merpati Pos ke Museum Brawijaya Malang.

Saat ini, burung Merpati Pos ini dianggap sebagai salah satu pahlawan Indonesia karena pengorbanannya.

Untuk keterangan lebih lengkap tentang burung Merpati Pos ini termuat dalam buku ‘Album Perang Kemerdekaan 1945-1950’, yang diterbitkan Badan Penerbit Almanak RI. (Sbp)

Post a comment

0 Comments