Prajurit TNI Temukan Bukti Sejarah Mengejutkan di Hutan Rimba Papua


Koranmiliter - Prajurit Tentara Nasional Indonesia atau TNI dari Batalyon Infanteri 713/Satya Tama yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Batas Negara Republik Indonesia dengan Papua Nugini berhasil menemukan bukti sejarah bangsa ketika Indonesia belum merdeka. 

Bukti sejarah ditemukan di hutan tepi pantai sektor utara perbatasan RI-PNG, Skouw, Jayapura. Penemuan bukti sejarah itu terjadi disaat tanah Papua sedang membara dengan aksi unjuk rasa dan isu kemerdekaan.

Bukti sejarahnya berupa sebuah patok batas negara kuno. Hanya saja itu bukan patok batas negara RI dan PNG. Melainkan patok batas dua negara yang pernah menjajah Nusantara. Yakni Inggris dan Belanda.

Patok kuno peninggalan penjajah ditemukan Satgas Pamtas RI-PNG dari Batalyon Infanteri 713/Satya Tama di dekat patok MM 1 perbatasan negara RI-PNG.

Patok kuno bersejarah itu tak sengaja ditemukan oleh prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI-PNG dari Batalyon Infanteri 713/Satya Tama saat sedang melakukan patroli.

Patok kuno itu ditemukan di lokasi yang sulit sekali dijangkau manusia biasa. Berada di tebing terjal. Prajurit TNI harus menuruni tebing jurang berbahaya untuk bisa sampai ke lokasi patok kuno tersebut. 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Dansatgas Yonif 713/ST Mayor Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han.M.I.Pol. dan para perwira Satgas.

Untuk bisa sampai ke lokasi patok kuno berada, diperlukan waktu hampir 3 jam 45 menit dengan menempuh rute perjalanan terjal dan harus menuruni tebing curam dengan tali.

Patok batas bersejarah tersebut berada di sektor Utara Perbatasan RI-PNG. Patok kuno itu disebutkan dibuat sejak tahun 1930 atau lima belas tahun sebelum Presiden Soekarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.

Temuan ini menjadi bukti betapa banyak nya negara penjajah yang memperebutkan negeri kita. (Sbp)

Post a Comment

0 Comments