Respon Tim Kemanusiaan Nduga, TNI: Mundur 1 Langkah, KKB Maju 14 Langkah

Koranmiliter - Tentara Nasional Indonesia (TNI) menilai saran dari Tim Kemanusiaan Nduga yang meminta TNI agar mundur adalah sebuah pernyataan yang salah. Hal itu disampaikan Tim Kemanusiaan Nduga Usai Wapres Jusuf Kalla (JK) meminta aparat kemananan melakukan serangan balik ke KKB pasca penembakan Briptu Hedar bisa memperumit keadaan.


TNI menilai saran dari Tim Kemanusiaan Nduga akan memberikan ruang kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Nduga untuk kembali berulah. Diduga Tim Kemanusiaan Nduga Tim Kemanusiaan Nduga itu sedang melakukan propaganda.

"Karena mereka (Tim Kemanusiaan Nduga) bagian dari itu. Orang-orang itu bahkan menyampaikan propaganda, untuk memberi ruang gerak KKB lebih banyak. Begitu TNI mundur satu langkah, maka mereka maju 14 langkah," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi dilansir dari situs Detikcom.

Medan di Nduga yang sangat sulit selama ini kerap dimanfaatkan KKB untuk bersembunyi. Sekali saja TNI mundur, maka KKB akan bisa lebih leluasa untuk keluar dari persembunyiannya.

TNI memastikan operasi di Nduga selalu dilakukan dengan sasaran terpilih dan berpatokan terhadap HAM. Jadi kalaupun TNI melakukan kontak senjata, yang menjadi sasaran hanya orang yang bersenjata dan melakukan perlawanan.

Terlebih tugas TNI di Nduga sifatnya hanya membantu Polri dalam penegakan hukum. TNI dilibatkan sebab medan di Nduga yang sangat sulit.

Sebelumnya, Tim Kemanusiaan Nduga mendesak agar dilakukan dialog dalam upaya menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Papua.

"Kalau ada korban saya pikir semua pihak harus duduk dan diskusi kenapa masalah itu terjadi. Saya pikir apa yang terjadi di Nduga dan Ilaga baru-baru kemarin, kalau melakukan penyerangan itu bukan penyelesaian masalah. Itu justru masalah akan tambah rumit." kata Koordinator Tim Kemanusiaan Nduga, Theo Hesegem Rabu, (14/08/2019). (Tjg)

Post a Comment

0 Comments