Viral, Video TNI Diteriaki Pengkhianat NKRI Oleh Oknum Polisi, Ini Penjelasan Polri


Koranmiliter - Telah beredar sebuah viral di sosial media. Video viral itu berisi tentang beberapa oknum beratribut 'Polisi' meneriaki prajurit TNI sebagai penghianat.

Dalam video yang berdurasi kurang lebih 1 menit itu menunjukkan beberapa oknum beratribut 'Polisi' emosi kepada beberapa prajurit TNI.

Diduga kejadian itu terjadi di depan Wisma Pati Lumba2 TNI AL (samping RS Mintohardjo) saat aparat Gabungan PHH Sabhara dan Brimob memukul mundur massa ke arah semanggi.

Massa berhasil dipukul mundur oleh petugas kepolisian ke arah Benhil. Kemudian 1 orang massa tertangkap oleh petugas.

Namun, Ada beberapa orang massa yang memilih masuk ke Wisma Pati lumba-lumba untuk berlindung.

Saat pasukan PHH ingin menangkap dan mengamankan massa tersebut kemudian mereka meminta perlindungan kepada beberapa Anggota Marinir yg berjaga di Wisma Pati Lumba-lumba.

Beberapa personel polisi meminta masuk kedalam mess TNI AL dan ingin mengamankan massa tersebut. Namun permintaan itu ditolak oleh anggota TNI. Anggota TNI lebih memilih memberikan keamanan

"Hei kamu NKRI gak kamu itu," ujar seorang polisi.

Kemudian salah seorang petugas kepolisian kembali mencaci maki prajurit TNI.

"Woi, penghianat kamu woy", teriak seorang polisi.

Akibat kejadian tersebut, pasukan merasa emosi terhadap anggota Marinir yang melindungi massa aksi.


Lihat postingan ini di Instagram

NGERI JUGA, PRAJURIT TNI DITERIAKI PENGHIANAT. Telah beredar video yang berisi oknum beratribut 'Polisi' meneriaki TNI pengkhianat. LAPORAN DARI LAPANGAN. Melaporkan, Pukul 21.35 WIB di depan Wisma Pati Lumba2 TNI AL (samping RS Mintohardjo) Gabungan PHH Sabhara dan Brimob memukul mundur massa ke arah semanggi. Massa berhasil dipukul mundur ke arah Benhil. Kemudian 1 orang massa tertangkap oleh petugas. Ada beberapa orang massa masuk berlindung di Wisma Pati Lumba2. Pasukan PHH yang ingin menangkap dan mengamankan massa malah dilindungi oleh Anggota Marinir yg berjaga di Wisma Pati Lumba2. Akibat kejadian tsb pasukan merasa emosi terhadap anggota Marinir yang malah melindungi massa aksi kemudian pasukan melakukan penembakan gas air mata ke arah Wisma Pati Lumba2 dan melakukan pengrusakan pos marinir tsb. Cat : Saat ini situasi di seberang Resto Pulau Dua sudah dapat dikendalikan. Tidak ada lagi massa yg berkumpul. Pasukan masih tetap bersiaga. #Koranmiliter #TNI #Polisi #Polri #Demo
Sebuah kiriman dibagikan oleh Akun Seputar Dunia Militer (@koranmiliter) pada

Kemudian pasukan kepolisian melakukan beberapa penembakan gas air mata ke arah Wisma Pati Lumba2 dan melakukan pengrusakan pos marinir tsb.

Penjelasan pihak Kepolisian

Intansi Kepolisian merespon cepat video yang mendadak viral tentang beberapa oknum beratribut 'Polisi' meneriaki anggota TNI pengkhianat NKRI.

Polri mengakui Adanya gesekan antara Brimob dengan prajurit Marinir TNI AL tadi malam. Untuk menghindari provokasi yang menimbulkan gesekan lebih besar.

Pihak Brimob Polda Metro Jaya mengakui sudah berkoordinasi dengan pihak marinir TNI AL setelah gesekan itu terjadi tadi malam.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Polri akan terus bersinergi dengan anggota TNI selama bertugas mengamankan aksi di lapangan agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara aparat tersebut. (Psr)

Post a Comment

2 Comments

  1. Yaallah semoga baik baik aja ya dilapangan pak pak saya pada mu semoga kalian sehat selalu melindungi masyarakat bukan malah memukuli masyarakat seperti mereka layaknya oknum yang tidak sehat akalnya

    ReplyDelete
  2. Cuma mau tanya... Apakah.. Apabila.. Jikalau.. Memang kebijakan yg diambil pemerintah menyengsarakan, merugikan rakyat.. Bahkan tdk masuk akal.. Lalu rakyat mendemo utk meluapkan kekesalannya.. Demo karena tidak tau bagaimanalagi menyadarkan para petinggi,.... Lantas... Apakah TNI tetap bersama rakyat, membela kebutuhan rakyat, dan bersama mengayomi rakyat demi menjaga keutuhan NKRI? Atau tetap mengahalau para rakyat yg berdemo untuk melindungi para penguasa?
    Siapa lagi yg bisa mencegah kesewenang2an hukum, jika mereka yg berkuasa tidak lagi memperdulikan suara rakyat?? Bahkan sampai segini pecahnya aksi yg diadakan oleh para mahasiswa..
    Sedih.... keporakporandaan pemikiran yg melandasi RUU hingga menyulut banyak pihak sampai terjadi bentrokan, korban jiwa.. Menyedihkan.. Jika aparat sampai menggunakan senjatanya utk rakyat yg menodong keadilan hanya dengan tangan kosong.........

    ReplyDelete

Berkomentarlah dengan bijak dan benar sesuai dengan topik artikel yang dibahas!