Bersama Kopassus, Praka Zulkifli Pernah Bebaskan 344 Warga Yang Disandera OPM


Koranmiliter - Proses pembebasan sandera di Banti, Kimbeli dan area longsoran Distrik Tembagapura, Papua pada Jumat (17/11/2017), didahului sebuah operasi senyap yang dilakukan Kopassus dan Tim Intai Kostrad.

Sebanyak 13 personel Kopassus dan 10 personel Kostrad ini sudah mengintai lokasi penyekapan sejak lima hari lalu. Mereka mengendap dan memantau pergerakan kelompok kriminal bersenjata yang membaur dengan warga sipil.

Satu Tim Pasukan Parako Batalyon-13 Grup-1 Kopassus melaksanakan Operasi Raid dan perebutan cepat area Kimberley Papua dan mengejar kelompok bersenjata yang mengisolasi warga masyarakat di Papua yang di Back Up oleh Yonif-715/Raider dan Tontaipur, serentak dengan dua Tim dari Taipur Kostrad bertugas menguasai Bunti

Namun, Tidak ada yang tahu, bahwa Praka Zulkifli, anggota Yonif Raider 751 yang gugur saat menjalankan pengamanan demonstrasi di Expo Wamena, Papua (Senin, 23/9/2019), merupakan salah satu patriot yang berhasil membebaskan 344 warga sipil yang disandera oleh OPM pada tahun 2017 silam.

Almarhum Praka Zulkifli harus gugur usai dibacok sejumlah massa saat bentrokan antara aparat pengamanan dan massa Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) terjadi di Expo Waena, Kota Jayapura, Papua, Senin (23/9/2019).

Praka Zulkifli gugur usai terkena sabetan senjata tajam di kepala bagian belakang ketika kerusuhan terjadi pukul 11.00 WIT.

Almarhum Praka Zulkifli sedang melaksanakan tugas BKO Polda Papua sebagai pengemudi kendaraan dinas truk pengangkut pasukan.

Saat sedang beristirahat sejenak usai mengantar pasukan pengamanan tiba-tiba Almarhum Praka Zulkifli diserang oleh massa dengan menggunakan senjata tajam.

Kronologi Kerusuhan Terjadi

Kejadian bermula saat aksi unjuk rasa kembali terjadi di Jayapura. Sejumlah massa Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menggelar aksi demonstrasi di depan auditorium Universitas Cenderawasih.

Mereka menuntut untuk mendirikan posko bagi mahasiswa Papua yang pulang studi dari luar tanah kelahirannya. Namun, aksi tersebut tidak diberi ijin oleh Polda Papua dan pihak Rektorat Uncen.

Karena tidak mendapatkan izin dari polisi. Petugas kemudian mengantarkan para pengunjuk rasa kembali ke daerah Expo Waena dengan menggunakan kendaraan truk dan bis umum dengan kawalan ketat aparat keamanan.

Setibanya di daerah Expo Waena, massa AMP yang baru turun dari kendaraan berbalik menyerang aparat keamanan yang mengawal mereka pulang.

Almarhum Praka Zulkifli yang sedang beristirahat sejenak usai mengantar pasukan pengamanan tiba-tiba diserang oleh massa dengan menggunakan senjata tajam.

Almarhum Praka Zulkifli mengalami pendarahan yang hebat, korban sempat dievakuasi menuju RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis.

Namun sayang, nyawa Praka Zulkifli tidak dapat terselamatkan. Sekitar pukul 12.30 WIT, Praka Zulkifli dinyatakan meninggal dunia.

Praka Zulkifli menambah daftar jumlah prajurit TNI yang gugur di Papua. (Sbp)

Post a Comment

1 Comments

  1. Tangkap pelaku nya hukum mati
    Klu anggota TNI yg wafat pelaku nya lama tertangkap,tp klu anggota nya yg tewas lngsng trrtangkap pelaku nya
    Lalu HAM mana HAM ???
    Yg jd korban kan manusia sekaligus Patriot Bangsa
    Trima ksh & mohon maaf sblm nya

    ReplyDelete

Berkomentarlah dengan bijak dan benar sesuai dengan topik artikel yang dibahas!