Begal Merajalela Di Kendari, TNI Turunkan Pasukan Siluman Gerak Cepat

Koranmiliter - Masyarakat kota Kendari akhir–akhir ini diresahkan dengan maraknya aksi begal. Menanggapi hal itu, Kodim 1417/Kendari merespon keluhan masyarakat dengan menurunkan satu peleton PRC (Pasukan Reaksi Cepat) untuk memberantas begal.


Untuk memberantas aksi begal yang meresahkan masyarakat Kota Kendari, Komandan Kodim (Dandim) 1417/Kendari Letkol Cpn Fajar Lutvi Haris Wijaya membentuk dua pasukan terdiri dari Pasukan Reaksi Cepat (PRC) Gadjah Mada dan Pasukan Siluman Pradhabasu.

Tim Pasukan Reaksi Cepat Gadjah Mada beranggotakan 30 prajurit TNI bersenjata lengkap. Sebab, Tim inilah yang nantinya akan melakukan penindakan secara fisik di lapangan.

Sedangkan untuk Tim Siluman beranggotakan intelijen TNI yang akan disebar disejumlah titik untuk mencari informasi secara senyap di lapangan. Kemudian, informasi dari Tim Siluman inilah yang akan ditindaklanjuti oleh Pasukan Reaksi Cepat Gadjah Mada

Menurut Fajar, kedua tim yang telah dibentuk itu telah disebar dibeberapa titik di Kota Kendari yang disinyalir menjadi area rawan begal. 

Kodim 1417/Kendari akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam hal ini Polres Kendari untuk melakukan penyisiran terhadap pergerakan aksi begal. Tak hanya begal, kumpulan pemuda dan aksi balapan liar yang dapat meresahkan masyarakat turut menjadi target operasi. (Tjg)

Post a Comment

42 Comments

  1. Apa emang benar2 di perlukan. Mengingat kewenangan itu ada pada kepolisian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Why not !!!!?! Kan Polri juga digandeng. !!! Kalo perlu peraturan yg hrs disesuaikan.

      Delete
    2. Setuju...bahkan kalau bisa di tambah lagi terjunkan juga untuk berantas korupsi...korupsi merugukan masyarakat juga.....bravo TNI...

      Delete
    3. Kenapa tidak?? Mereka sama2 aparat dalam penegakan hukum untuk menjamin keamanan dan keselamatan bagi warga negara RI,agar dapat hidup tenang,yg suka bikin ribut dan jahat harus kita berantas

      Delete
    4. Benjut dah muka klo ketangkap barisan loreng

      Delete
    5. Apa ya harus dibiarkan merajalela dan membuat resah rakyat, tni pastinya sdh koordinasi dg polri, kalau polisi bisa diandalkan mestinya tidak sampai merajalela ?. Jadi boleh saja tni bantu keamanan masyarakat

      Delete
    6. Bodoamat sing penting aman rakyat nyaman gitu aja kok repot

      Delete
    7. Bagus lh tntara yg nindak.. ga tau tuh polisi kmna aje ko begal sampe marak gtu

      Delete
    8. bnyak ngomong anda. apa dibiarkan saja korban terus berjatuhan dan rasa aman tidak ada lagi....???

      Delete
  2. Ini hampir sama dengan kejadian di Jogja tahun 1983-1985 dengan nama OPK operasi pemberantasan kejahatan para gali( gabungan anak liar) yg suka memalak toko-toko dan curhat. Yaitu kala itu dengan mengerahkan anggota garnizun ABRI.Tembak ditempat para gali itu. Akhirnya keadaan masyarakat jadi aman dan tidak terancam.

    ReplyDelete
  3. jgn di beritain komandan. nanti begal nya keburu tobat

    ReplyDelete
  4. kmi sbagai madyarakat sgt se 7 melibatkan tni dlm penanganan negal ini krn begal mnjadi momok masyarakat dan perlu di tangani secara tegas, dan begal adalh musuh negara bravo tni.

    ReplyDelete
  5. TNI POLRI Harus bekerja sama dalam menghadapi segala masalah utk kepentingan Masyarakat Indonesia, agar NKRI Aman dan Nyaman , damai, adil makmur ,kesejahteraan seluruh Rakyat NKRI

    ReplyDelete
  6. Kalok perlu habisi perusuh negri ini biyar aman dan damai

    ReplyDelete
  7. Mantab, habisin begalx pak pake sangkur..biar sakitx lebih kerasa

    ReplyDelete
  8. Siapa pun yg membeking...aksi begal ini ..maka..TNI..harus..menangkap..sapu..bersih..demi..keamanan..negara..kesatuan..republik... Indonesia

    ReplyDelete
  9. Alhamdulilah, hukum ditegakkan, hujan akan turun, baldatun thoyibun, warobbun ghofur.

    ReplyDelete
  10. sangat setuju.. berantas habis pak tni.. masyarakat pasti mendukung.. sudah terlalu banyak masyarakat jadi.. sekalian berantas narkoba.

    ReplyDelete
  11. Sampe segitu parahnya kah begal di kawasan itu??
    POLISInya pada kemana??
    Kalo satu wil damai sudah di terjunkan Militer maka wil itu sudah berstatus perang
    Ingat!! Militer itu di latih Untuk sebuah peperangan
    Prinsip dr Militer itu
    Bunuh atau di Bunuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok jadi kaku banget ?????
      Dulukan kebajikan dan kebijakan . . . . . !

      Delete
  12. Saya saya sangat setuju apabila kasus ini melibatkan anggota TNI untuk memberantas begal yang sudah meresahkan masyarakat.

    ReplyDelete
  13. Seharusnya ga usah di expose di medsos seperti ini.jls begalnya ngumpet ga beroprasi,kl baca berita ini.

    ReplyDelete
  14. Ikut dukung 1000% !!! Bersama Rakyat Tni Kuuuat...!!!

    ReplyDelete
  15. Permisi,,,Ada yg tau gak pohon qaaf itu ada dimana 🤔🤔🤔

    ReplyDelete
  16. Joss wai not kalo pak kentara ikut bantu tugas polisi,itu namanya kerjasama

    ReplyDelete
  17. Anin akhirnya ttni ikut partisipasi berantas kriminal

    ReplyDelete
  18. Jaman pak harto ada program PETRUS,Gak ada urusan dgn HAM.
    Lanjutkan!!!

    ReplyDelete
  19. Semoga kendari kmbali aman dan nyaman, setelah TNI ikut mmberantas pnjahat2 perusak ketenangn d berangus, bravo TNI, smoga sukses, amiin

    ReplyDelete
  20. Josss wess menggu kaamnan buktikn biar masyrakat hidup tenang.

    ReplyDelete
  21. Hidup TNI,sy mendukung tni dalam berantas begal.masyarakat aja bisa apalagi TNI yg punya kekuatan.Tindk tegas pelaku begal pak.tembak kakinya.Untuk masyarakat sy himbau utk mendukung langkah TNI ini.

    ReplyDelete
  22. Hidup TNI
    👍👍👍👍

    ReplyDelete
  23. Boleh juga...polisi juga harus bikin pasukan tandingan, "pasukan senyap" Kusus begal, terus kerja bareng

    ReplyDelete
  24. Slmt buat pk DANDIM,kepedululiannya terhadap keluhan masyarkt baik sekali.

    ReplyDelete
  25. Salut kepada TNI yg bereaksi cepat terhadap keluhan masyarakat, semoga TNI memberantas semua begal, aamiin

    ReplyDelete

Berkomentarlah dengan bijak dan benar sesuai dengan topik artikel yang dibahas!